Promosi Doktor Program Pascasarjana Ilmu Akuntansi (PPIA) FEUI:

Dr. Istianingsih

Jum'at, 14 Januari 2011 Pukul 09.00 - 11.30 WIB
Ruang Auditorium Pascasarjana , Lantai 4 Gedung Pascasarjana FEUI Depok

Depok, 14 Januari 2011 – Program Pascasarjana Ilmu Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (PPIA FEUI) telah meluluskan kembali seorang doktor yang bernama Dr. Istianingsih dalam sidang terbuka promosi doktor yang dipimpin oleh Dekan FEUI, Prof. Firmanzah, Ph.D., pada hari Jum’at, 14 Januari 2011 pk. 09.00 WIB di Ruang Auditorium Gedung Pascasarjana FEUI Depok, Kampus UI Depok.

Dengan yudisium Cum Laude, Dr. Istianingsih yang pernah meraih penghargaan Best Paper Award pada SNA XII di Palembang, Best Paper Award 1st Accounting Conference FEUI, dan merupakan staf pengajar pada Jurusan Akuntansi Universitas Bakrie, Program MAKSI Universitas Mercu Buana, Komisaris pada CV Bagaskara Tangerang serta Direktur Utama PT Sinar Lintang Sejahtera Jakarta ini,  telah mempertahankan disertasinya berjudul “Faktor-faktor Penentu Pengungkapan Informasi dan Kinerja Modal Intelektual serta Dampaknya terhadap Kemampuan Imbal Hasil Saham dalam Memprediksi Laba Masa Depan Perusahaan”.

Bertindak sebagai Promotor adalah Prof. Sidharta Utama, Ph.D., CFA, dan Ko-Promotornya adalah Dr. Chaerul D. Djakman serta Parulian Sihotang, Ph.D. Para penguji terdiri dari Prof. Wahjudi Prakarsa, Ph.D., Hilda Rossieta, Ph.D., Dr. Sugeng Purwanto, Zainal Hasibuan, Ph.D., dan Dr. L. Sensi Wondabio.

 

 

Penelitian disertasi Dr. Istianingsih yang merupakan alumni S2 PPIA, dan menamatkan S1-nya di FE Universitas Terbuka jurusan Manajemen & FE Universitas Mercu Buana jurusan Akuntansi ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor penentu dari pengungkapan informasi dan kinerja modal intelektual serta pengaruh dari Corporate Governance (CG), pengungkapan modal intelektual, dan kinerja modal intelektual terhadap kemampuan pasar dalam meprediksi laba masa depan perusahaan yang diukur dengan Forward Earnings Response Coefficient (FERC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, tingkat hutang, usia perusahaan, kepemilikan institusi, kepemilikan BUMN dan indeks CG berpengaruh positif terhadap tingkat pengungkapan informasi modal intelektual. Sementara itu jenis industry, profitabilitas, dan kepemilikan keluarga tidak terbukti menjadi determinan pengungkapan informasi modal intelektual. Indeks CG, strategi bersaing dan tahap siklus hidup perusahaan terbukti berpengaruh positif terhadap kinerja modal intelektual yang diukur dengan value added of intellectual coefficient. Kinerja modal intelektual terbukti berpengaruh positif terhadap tingkat pengungkapan informasi modal intelektual. Indeks corporate governance, tingkat pengungkapan dan kinerja modal intelektual terbukti berpengaruh positif terhadap FERC. (HD)

 

Promosi Dr. Trisacti

Rabu, 19 Desember 2013